Harmonisasi keberagaman masyarakat indonesia (PKN)

     
Image result for harmonisasi keberagaman masyarakat indonesia

    A.     Permasalahan Keberagaman Masyarakat Indonesia

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang beraneka ragam karena terdiri atas berbagai suku bangsa, adat istiadat, bahasa daerah, serta agama yang berbeda-beda. Keberagaman masyarakat kita merupakan kekayaan bangsa Indonesia. Keberagaman ini juga menjadi daya tarik bangsa lain untuk datang ke Indonesia. Keberagaman ini semakin menarik dengan letak geografis dan keindahan alam Indonesia. Keberagaman ini merupakan anugerah Tuhan yang maha kuasa, yang patut dihargai. Oleh karena itu, kita wajib selalu bersyukur atas anugerah ini, dengan selalu beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Keberagaman masyarakat memiliki potensi yang menimbulkan berbagai masalah dalam masyarakat. Salah satu karakteristik keberagaman adalah adanya perbedaan.

1.      Bentuk Konflik Pada Masyarakat Indonesia
Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih, salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihat lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Konflik dalam masyarakat dapat dikelompokan berdasarkan tingkatannya, yaitu konflik idiologi dan konflik politik. Konflik ideologi terjadi karena perbedaan ideologi dalam masyarakat. Contoh konflik ideologi adalah peristiwa G 30 S/PKI yang merupakan penolakan bangsa Indonesia terhadap ideologi komunis. Konflik politik merupakan pertentangan yang disebabkan perbedaan kepentingan dalam memperoleh kekuasaan atau merumuskan kebijakan pemerintah. Contoh nyata konflik politik antara lain bentrokan akibat proses pemilihan umum, bentrokan menolak kebijakan pemerintah atau menuntut sesuatu.
Berdasarkan jenisnya, berikut uraian konflik berdasarkan jenisnya :
a.                   Konflik antarsuku , yaitu pertentangan antara suku yang satu dengan suku yang lain. Contohnya, konflik pada masyarakat suku pedalaman. Konflik tersebut perlu mendapat perhatian serius dari semua kalangan karena jika tidak, dapat mengakibatkan terjadinya tinak kekerasan.
b.                   Konflik antaragama ,yaitu pertentangan antara kelompok yang memiliki keyakinan atau agama yang berbeda.
c.                   Konflik antarras ,yaitu pertentangan antara ras yang satu dengan ras yang lain.
d.                   Konflik antargolongan ,yaitu pertentangan antara kelompok atau golongan dalam masyarakat. Contohnya, golongan buruh yang menuntut perbaikan upah kepada pemerintah maupun perusahaan.

2.                  Penyebab Konflik dalam Masyarakat
Konflik dalam masyarakat bukan merupakan proses yang terjadi secara tiba – tiba. Gejala yang menunjukkan adanya konflik sosial dalam masyarakat antara lain sebagai berikut.
a.Tidak adanya persamaan pandangan antarkelompok , seperti perbedaan tujuan , cara melakukan sesuatu ,dan sebagainya.
b. Norma – norma sosial tidak berfungsi dengan baik , sebagai alat mencapai tujuan
c.Adanya pertentangan norma – norma dalam masyarakat sehingga menimbulkan kebingunan bagi masyarakat.
d.Sanksi terhadap pelanggar atas norma tidak tegas atau lemah.
e.Tindakan anggota masyarakat sudah tidak lagi sesuai dengan norma yang berlaku
f. Terjadi proses disosiatif , yaitu proses yang mengarah pada persaingan tidak sehat ,tindakan kontroversional dan pertentangan.

     Beberapa gejala dalam masyarakat yang memiliki potensi menjadi penyebab konflik sosial antara lain sebagai berikut .
a.                   Gejala menguatnya etnosentrisme kelompok . Etnosentrisme berasal dari kata etnos yang berarti suku sedangkansentrisme berarti titik pusat. Dengan demikian, etnosentrisme memiliki arti perasaan kelompok dimana kelompok merasa dirinya paling baik, paling benar, paling hebat sehingga mengukur kelompok lain dengan nila dan norma kelompoknya sendiri. Sikap etnosentrisme tidak hanya terdapat dalam kelompok suku, namun juga terdapat dalam kelompok lain seperti kelompok pelajar,partai politik,pendukung tim sepakbola dan sebagainya.
b.                   Stereotip terhadap suatu kelompok.
Yaitu anggapan yang dimiliki terhadap suatu kelompok yang bersifat tidak baik.Stereotip ini dapat terjadi terhadap kelompok agama,suku,ras,maupun golongan,sepertigeng sepeda motor,kelompok remaja tertentu,organisasi kemasyarakatan,dan sebagainya.Stereotip mengakibatkan sikap prasangka terhadap suatu kelompok sesuai dengan anggapan negatif tersebut.
c.                   Hubungan antarpenganut agama yang kurang harmonis.
Berpegang teguh pada ajaran agama masing-masing adalah keharusan,namun kita tidak boleh memaksakan suatu keyakinan kepada orang lain.Keberagaman agama dapat menimbulkan perbedaan dalam mengatasi suatu persoalan dalam masyarakat.
d.                   Hubungan antara penduduk asli dan penduduk pendatang yang kurang harmonis.
Hal tersebut dapat menimbulkan berbagai masalah dalam masyarakat yang beragam.Ketidakharmonisan dapat terjadi dengan diawali rasa ketidakadilan dalam bidang ekonomi,politik,ketersinggungan,keterbatasan ekonomi,dan sebagainya.
Beberapa penyebab konflik dalam masyarakat antara lain :
1.                   Perbedaan Antarindividu
Perbedaan antarindividu contohnya perbedaan pendapat,tujuan,
keinginan,dan pendirian.Perbedaan individu ini dapat menjadi sumber terjadinya konflik dalam masyarakat.
2.                   Benturan Antarkepentingan
Benturan antarkepentingan diantaranya kepentingan ekonomi,politik,
maupun ideologi. Keterbatasan sumber daya,perebutan tempat usaha,persaingan pekerjaan merupakan contoh faktor ekonomi yang sreing kali menimbulkan konflik dalam masyarakat.
3.                  Peruahan sosial yang terjadi secara cepat dan mendadak dapat pula menimbulkan ketidaksiapan masyarakat menerima perubahan.
4.                  Perbedaan kebudayaan yang mengakibatkan perasaan kelompoknya (in group) dan bukan kelompoknya  (out group). Perbedaan kebudayaan sering kali diikuti oleh sikap etnosentrisme.


3.                  Akibat yang Ditimbulkan oleh Terjadinya Konflik
Konflik dalam masyarakat memiliki akibat positif dan negatif, baik secara perseorangan maupun kelompok. Salah satu akibat positif konflik adalah bertambah kuatnya rasa solidaritas kelompok. Namun, konflik juga memiliki akibat negatif yang meliputi
a.      Perpecahan dalam masyarakat
Perpecahan merupakan akibat nyata dari konflik yang terjadi dalam masyarakat. Kerukunan masyarakat akan terganggu akibat konflik yang terjadi. Anggota yang sebelumnya saling bertetangga berubah menjadi tidak saling tegur sapa, saling membenci, saling berprasangka, dan sebagainya. Apabila konflik terjadi di sekolah, hubungan dengan teman putus, suasana belajar tidak nyaman dan tidak tertib.
b.      Kerugian harta benda dan korban manusia
Kehancuran harta benda yang meliputi kerusakan fasilitas umum, rumah pribadi, taman yang rusak adalah akibat dari konflik dalam masyarakat. Selain itu, konflik juga mengakibatkan korban jiwa.
c.       Kehancuran nilai-nilai dan norma sosial yang ada
Nilai-nilai dan norma sosial dapat hancur akibat konflik dalam masyarakat, seperti nilai kasih sayang, kekeluargaan, saling menolong, persaudaraan terganti oleh rasa dendam, curiga, tidak percaya kelompok lain. Aturan-aturan sosial juga dapat berubah seperti larangan bertemu dengan kelompok lain, larangan melakukan kerja sama dengan kelompok lain, dan sebagainya.
d.      Perubahan kepribadian
Kepribadian seseorang dapat berubah akibat konflik, misalnya anak-anak korban konflik akan menjadi pemurung, takut melihat orang lain, dendam. Orang yang terlibat konflik dapat menjadi beringas, pemarah, dan agresif.

B.        Upaya Menyelesaikan Masalah yang Muncul dalam Keberagaman Masyarakat.
Setiap masalah yang berpotensi menimbulkan konflik dalam masyarakat yang beragam harus segera diselesaikan sehingga tidak membawa akibat yang merugikan masyarakat. Upaya mengatasi masalah ini dapat dilakukan dengan cara:
a.      Cara preventif, artinya upaya dilakukan untuk mencegah terjadinya masalah atau sebelum masalah terjadi, seperti:
a)      Mengembangkan sikap toleransi
b)      Kerjasama
c)      Menumbuhkan sikap nasionalisme
b.      Cara represif, adalah upaya mengatasi masalah pada saat atau setelah terjadi masalah, seperti:
a)      Penangkapan
b)      Pembubaran paksa
c.       Cara kuratif, merupakan upaya tindak lanjut atau penanggulangan akibat masalah yang tetrjadi, seperti:
a)      Pendampingan bagi korban kerusuhan
b)      Perdamaian
c)      Kerjasama

Jadi , Bangsa Indonesia memiliki keberagaman masyarakat yang disebabkan oleh suku,budaya,agama dan keyakinan,ras dan golongan.Keberagaman dalam masyarakat Indonesia dapat menimbulkan berbagai masalah dalam masyarakat apabila tidak dicegah dan diatasi dengan baik.

Comments

Popular posts from this blog

Pengertian dan cara memainkan recorder (SBK)

Teknik dasar permainan bola besar (PJOK)

Jenis - jenis ikan dan daging (prakarya)